Macam Macam Sifat dan Tipe Wanita

Carl Gustav Jung, adalah seorang psikolog yang teori-teorinya berbasis pada eksplorasi mitologi dan spiritual timur. Beliau mengamati bahwa melalui mite, seseorang dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perjalanan hidup manusia. Kisah-kisah tersebut memiliki pengaruh sedemikian kuat yang dapat menghantar penghayatan individu akan peran penting kehadiran manusia di tiap jaman.
Wanita Muslimah
Konon, setiap manusia di jaman apapun pada dasarnya akan merespon dunianya berdasar archetype atau cetak biru dari para generasi pendahulu. Sebuah gambaran primordial yang dideterminasi berdasar bentuknya dan dalam kadar tertentu. Bahasa spritualnya, pola / fixed-pattern dari para perintis 'amr.

Seberapa pengaruhnya kisah para pendahulu yang tertuang dalam bentuk mitologi, legenda dan dongeng tersebut dalam kehidupan kita? Sangat penting. Karena dengan mempelajari kisah-kisah para pendahulu akan memudahkan tugas seseorang dalam menjalani kehidupannya. Melalui kisah tersebut kita di stimulasi untuk belajar mengidentifikasi eksistensi kita hari ini, berada dalam track yang mana. Setiap kita akan mengikuti pola dari para pendahulu. Representasinya bisa sangat unik pada setiap orang, karena akan sangat dipengaruhi oleh pola asuh, interaksi dengan lingkungannya dan budaya dimana ia dibesarkan. Faktor-faktor tersebut yang akan menghiasi pola baku tersebut dengan pernak-pernik, motif yang lebih spesifik.

Sekarang mari kita lihat 4 tipe wanita yang disarikan dari pengamatan Jung terhadap mitologi yunani:

1. Tipe Ibu
Wanita dengan tipe ini menemukan identitas dan kepuasan dalam mengasuh anak. Dia akan puas kalau melahirkan dan membesarkan anak-anak. Sayangnya, tipe ini punya unsur negatif, yaitu, over-protective, yang bisa menghambat perkembangan psikologis anak dalam mencapai kematangan (maturity). Anak akan terbiasa untuk selalu melekatkan diri pada ibunya dan tergantung secara emosional. Hal ini bisa berkembang pada terbentuknya 'Kompleks ibu' (mother-complex), kondisi patologis dimana ibu 'menghisap' hidup anaknya (yang laki-laki). Eksistensi diri ibu di asosiasikan dengan seberapa tergantung / terikat kehidupan anaknya atas diri ibu. Secara tak sadar terbangun interaksi dimana si ibu memposisikan dirinya sebagai titik pandang anak dalam memandang dunia. Kelak, saat anak dewasa, keterikatan dengan ibunya akan mempengaruhi pola interaksinya dengan lawan jenis. Si anak akan memaksakan pasangannya agar sesuai dengan figur ibunya.

2. Tipe Hetaira
Istilah Yunani kuno yang ditujukan kepada wanita yang mempunyai pendidikan khusus, sehingga secara psikologis mereka dapat menjadi teman bagi pria. Wanita tipe ini akan mendapatkan pemenuhan dan identitasnya kalau dia dapat berhunungan dengan pria. Tidak selalu terkait seksual. Yang pasti adalah keterlibatatan dalam hubungan psikologis yang mendalam. Pria biasanya merasakan wanita yang demikian itu amat bernilai. Karena pengetahuan yang ia miliki dan giat dalam interaksi sosial. Negatifnya, wanita ini tidak pernah menjalin hubungan yang kekal. Dia dengan mudah dapat berpindah dari pria yang satu ke pria yang lain.

Dikenal sebagai wanita petualang dan amat populer di mata pria.

3. Tipe Amazon
Wanita karir. Dia akan melakukan apapun yang mampu di lakukan oleh seorang pria. Memiliki kontribusi penting terhadap dunia sekitarnya. Work-acholic. Perfect dan inginnya terlibat langsung dari a sampai z atas pekerjaan yang sedang ia pegang. Bahayanya, mereka bisa kehilangan orientasi atas kodrat kewanitaannya. Bisa melajang terus.

4. Tipe Perantara atau Medium
Nah, ini adalah wanita-wanita yang memiliki fungsi spiritual.

Sebenarnya masih banyak tipe lain yang bisa di elaborate dari mitologi Yunani ini. Tapi menurut Jung, ke-4 tipe ini sudah cukup mewakili karakteristik dasar dari wanita. Biasanya setiap wanita punya karakteristik yang paling dominan / menonjol dari tipe tersebut.

Jung menutup dengan pesan: identifikasi diri melalui tipe tersebut, akan membuka jalan / menjadi pemancing untuk memahami kodrat diri yang utuh. Karena pengetahuan akan diri, punya kontribusi penting dalam sejarah panjang umat manusia.

Dalam pencarian kebenaran.